Kamis, 16 Juli 2026
Rumah indent (bangun pesanan) menawarkan harga lebih murah, tapi punya risiko sendiri. Ini 5 hal penting yang wajib dicek sebelum tanda tangan.
Rumah indent atau "bangun pesanan" menawarkan harga yang biasanya lebih murah dibanding rumah ready stock, karena Anda membeli di tahap awal sebelum bangunan selesai. Tapi karena unit belum berdiri saat transaksi, wajar jika banyak calon pembeli merasa was-was. Berikut 5 hal yang sebaiknya dicek lebih dulu.
Pastikan lahan proyek sudah memiliki status yang jelas — idealnya Sertifikat Hak Milik (SHM) induk atas nama developer, bukan sekadar girik atau surat lain yang belum bersertifikat. Tanyakan juga apakah sertifikat unit nantinya akan berupa SHM langsung atas nama pembeli, atau HGB yang harus ditingkatkan sendiri.
Cari tahu proyek-proyek yang sudah pernah diselesaikan developer tersebut. Developer dengan rekam jejak baik biasanya bersedia menunjukkan progres pembangunan proyek sebelumnya, bahkan mengajak calon pembeli untuk melihat langsung unit yang sudah serah terima.
PBG adalah pengganti IMB sejak aturan terbaru. Pastikan proyek sudah mengurus PBG sebelum pembangunan dimulai — ini penting karena tanpa PBG, bangunan berpotensi bermasalah secara hukum di kemudian hari.
Tanyakan estimasi waktu serah terima secara tertulis, bukan hanya lisan, dan pastikan ada klausul kompensasi jika terjadi keterlambatan signifikan dari jadwal yang dijanjikan.
Developer yang transparan biasanya tidak keberatan menunjukkan dokumen legalitas dan mengizinkan calon pembeli survey langsung ke lokasi progres pembangunan.
Rumah indent bisa jadi pilihan cerdas untuk mendapatkan harga terbaik — asal Anda memastikan legalitas, rekam jejak developer, dan kejelasan skema pembayaran sejak awal.
Mau lihat progres pembangunan proyek kami secara langsung? Kami dengan senang hati mengundang Anda survey lokasi — hubungi tim kami via WhatsApp untuk jadwalkan kunjungan.